Potensi Produk Lebah Madu Kele Bali (Trigona sp.) dan Kombinasinya dengan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai Antiacne


Oleh : Dr. apt. Ni Putu Eka Leliqia, S.Farm., M.Si.
dibuat pada : 2020
Fakultas/Jurusan : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/Magister Farmasi

Kata Kunci :
Lebah, Madu Kele, Propolis, VCO, Antiacne

Abstrak :
Acnes vulgaris atau jerawat adalah gangguan kulit paling umum yang sering dialami oleh remaja, dan dapat menyebabkan gangguan psikologis karena terkait dengan tingkat kepercayaan diri penderita. Dalam beberapa tahun terakhir, telah dirancang berbagai modalitas terapi baru dan kombinasi terapi untuk pengobatan jerawat, salah satunya bentuk sediaan kosmetik dengan bahan baku kombinasi bahan alam. Kandungan aktif bahan alam yang beranekaragam menyebabkan pemanfaatannya sebagai antiacne tidak hanya melalui aktivitas antibakteri saja, tetapi disertai dengan aktivitas antioksidannya. Produk dari lebah telah banyak ditemukan dalam bentuk kombinasi dengan virgin coconut oil (VCO) sebagai sediaan untuk perawatan kulit. Lebah Kele (Trigona sp.) merupakan lebah yang sering ditemukan di daerah Bali bagian selatan. Produk yang dihasilkan oleh lebah ini adalah madu dan propolis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi produk lebah madu kele dan kombinasinya dengan VCO sebagai antiacne berdasarkan aktivitas antibakteri dan antioksidannya. Sampel uji yaitu produk lebah madu kele (madu dan propolis) dan VCO yang diperoleh dari Desa Aan, Kabupaten Klungkung Bali. Dilakukan skrining fitokimia, karakterisasi mutu, serta penetapan kadar total fenol dari sampel uji. Pengujian aktivitas antibakteri sampel uji secara tunggal terhadap Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis dilakukan dengan metode mikrodilusi dan difusi untuk menetapkan nilai KHM dan KBMnya. Pengujian efek kombinasi sampel uji dilakukan dengan metode checkerboard. Efek kombinasi dapat bersifat sinergis, aditif, indiferrent, atau antagonis ditentukan berdasarkan nilai indeks FKI. Pengujian aktivitas antioksidan sampel uji tunggal atau kombinasinya dilakukan dengan metode DPPH untuk menentukan nilai IC50. Data skrining fitokimia, karakterisasi mutu, kadar total fenol serta aktivitas antibakteri tunggal dan kombinasi dianalisis secara deskriptif. Aktivitas antioksidan dianalis secara statitistik menggunakan oneway ANOVA-LSD dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai potensi produk madu kele dan kombinasinya dengan VCO sebagai antiacne sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam formulasi sediaan antiacne berbahan alami.