KONSERVASI KOLEKSI KAIN GERINGSING DI MUSEUM BALI
Oleh : Indah Setiya Alam
dibuat pada : 2020-09-10
Fakultas/Jurusan : Fakultas Ilmu Budaya/Arkeologi
Kata Kunci :
kain geringsing, konservasi, kerusakan, koleksi museum
Abstrak :
ABSTRAK
Kain Geringsing merupakan kain tenun dobel ikat yang satu- satunya berada di Indonesia. Kain ini merupakan warisan budaya yang dibuat di Desa Tenganan Pagringsingan Karangasem Bali. Warisan budaya tersebut merupakan warisan yang harus dilestarikan dan dijaga agar terhindar dari kerusakan.
Penelitian ini mengkaji tentang jenis kerusakan apa saja yang terjadi pada koleksi kain geringsing di Museum Bali, faktor apa saja yang mempengaruhi kerusakan kain geringsing di Museum Bali, dan bagaimana teknik konservasi koleksi kain geringsing yang dilakukan oleh Museum Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap tentang jenis-jenis dan faktor-faktor kerusakan serta bagaimana teknik konservasi di Museum Bali.
Penulis menggunakan metode pengumpulan data, meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka serta pengolahan data melalui analisis kualitatif. Teori yang dipakai adalah teori konservasi dan teori kerusakan.
Kain geringsing dibuat menggunakan alat tenun yang disebut gendongan. Kain ini tersusun atas benang-benang katun yang telah diwarnai menggunakan bahan alami dan saling melintang sehingga membentuk beberapa motif. Setiap motif dalam kain geringsing memiliki makna tersendiri. Kain Geringsing merupakan warisan budaya yang berbahan organik, sehingga akan lebih rentan mengalami kerusakan.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui, bahwa kain geringsing yang terdapat di Museum Bali sebagian besar telah mengalami kerusakan. Jenis kerusakan kain geringsing yaitu kerusakan akibat robek dan berlubang, pemudaran warna dan kerusakan akibat noda. Kerusakan tersebut disebabkan oleh faktor fisis, faktor kemis dan faktor biologis. Untuk mengatasi kerusakan tersebut, Museum Bali telah melakukan upaya konservasi, baik konservasi preventif maupun konservasi kuratif.
File :